Kamis, 18 Desember 2014

TNP2K serahkan data sasaran Jamkesmas ke Kemenkes

| 2.277 Views
id kartu jamkesmas, wakil menkes, Ali Ghufron Mukti.
Jakarta (ANTARA News) - Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyerahkan data sasaran Jamkesmas berbasis data terpadu yang akan digunakan untuk penerbitan kartu baru.

"Memang kartu yang lama sudah waktunya diganti, jadi sekalian dengan data ini akan dibuat kartu baru yang tidak bisa dipalsukan," kata Sekretaris Jenderal Kemanterian Kesehatan Ratna Rosita usai penyerahan data yang dilakukan di gedung Kemkes, Jakarta, Selasa.

Penyerahan data dilakukan oleh Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto dan diterima oleh Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti.

Ratna mengatakan, untuk tahun 2012, sebanyak 76,4 juta kartu Jamkesmas akan dicetak, sama dengan kuota tahun lalu dan jumlah ini akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai 40 persen warga yang memenuhi kategori miskin dan hampir miskin.

"Tahun depan kita naikkan menjadi 90 atau 96 juta (pemegang kartu Jamkesmas). Nama-namanya akan diambilkan dari data ini," ujar Ratna.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto mengatakan, dengan data yang baru ini dijamin akan lebih akurat daripada data lama.

"Kelemahan data terdahulu adalah ketidaktepatan sasaran. Kita lakukan pembaruan metodologi, perbaikan kriteria-kriteria kemiskinan, moga-moga lebih akurat" katanya.

Nantinya, seluruh departemen atau pemerintah daerah yang membutuhkan akan menggunakan data dari TNP2K itu sehingga diharapkan segala program bantuan akan sampai ke sasaran yang tepat.

"Jadi dulu yang kaya dapat Jamkesmas, sekarang tidak bisa lagi. Kita gunakan kriteria-kriteria yang lebih tepat untuk menentukan orang miskin," kata Bambang.

Di Indonesia, salah satu kategori orang miskin adalah jika penghasilannya di bawah Rp233 ribu perorang perbulan.

"Jadi untuk keluarga dengan empat anggota keluarga atau bapak, ibu dan dua anak, menggunakan hitungan penghasilan kurang dari Rp1 juta perbulannya," kata Bambang.

Untuk tahun 2012, kuota sebanyak 76,4 juta penerima Jamkesmas akan diterapkan oleh Kemkes dan jumlah itu ditargetkan untuk bertambah menjadi 96 juta orang atau 40 persen warga Indonesia pada 2013. (T.A043/S023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga