Bengkulu,  (ANTARA News) - Warga di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, minta pemerintah daerah setempat mengambil jatah beras bagi warga miskin untuk daerah itu karena sangat dibutuhkan.

Kalau beberapa tahun terakhir warga diringankan oleh harga kelapa sawit naik, namun sejak beberapa pekan terakhir harga kelapa sawit anjlok, sehingga jumlah warga miskin di daerah itu meningkat, kata seorang warga Desa Penarik Subagio menghubungi, Selasa.

Ia mengaku heran, pemkab Mukomuko sejak tujuh tahun terakhir tidak mengambil jatah raskin daerah itu padahal sangat banyak warga membutuhkan beras murah dari pemerintah tersebut.

"Kami mohon kepada pemkab Mukomuko untuk mengambil jatah raskin periode Juni-Desember 2012 karena warga sangat membutuhkan, mengingat harga sawit lagi anjlok," ujarnya.

Humas Pemkab Mukomuko Yanzuri mengatakan, tidak diambilnya jatah raskin tersebut selama ini adalah kebijakan Bupati Mukomuko Ichwan Yunus karena raskin sangat rentan dengan masalah.

Disamping itu para petani kelapa sawit cukup mampu membeli beras berkualitas baik, terutama produksi padi lokal dan beras didatangkan dari sumatra barat.

Pemerintah daerah sudah mempertimbangkan supaya warganya tidak akan kelaparan, dengan demikian jatah raskin untuk Kabupaten Mukomuko hingga saat ini tidak diambil, ujarnya.
(Z005/)