Sabtu, 25 Oktober 2014

Pendidikan peradaban maritim dinilai menurun

| 2.013 Views
id pendidikan maritim, negara maritim, rektor uin, komarudin hidayat
Saat ini, kota-kota pantai peranannya menurun mulai dari peradaban, perdagangan sampai pendidikan. Padahal negara kita adalah maritim,"
Jakarta (ANTARA News) - Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi kekayaan alam yang luar biasa, Indonesia belum bisa memanfatkannya, sehingga dilihat dari segi perabadan, pendidikan tentang kemaritiman semakin menurun, kata Rekrtor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat.

Keterangan tertulis Humas Indonesia Maritime Institue (IMI) di Jakarta, Kamis, menyebutkan rektor UIN mengemukakan hal itu seminar nasional seri "Strategi Membangun Negara Maritim" , IMI "Goes to Campus" di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Jakarta,  dengan tema "Menggagas Maritime Policy di Negeri Bahari".

Menurut rektor, majunya maritim itu diawali dari kota-kota pantai, namun apa yang terjadi saat ini kota-kota pantai justru semakin tenggelam karena ada pergeseran pembangunan darat.

"Kota pantai itu menjadi pusat dakwah, bahkan pusat-pusat agama ada di pantai hanya kemudian karena perkembangan sejarah bergeser ke darat. Saat ini, kota-kota pantai peranannya menurun mulai dari peradaban, perdagangan sampai pendidikan. Padahal negara kita adalah maritim," kata Komarudint.

Pada kesempatan itu, Komarudin Hidayat menyambut baik kegiatan mahasiswa seperti seminar maritim. "Ini sangat penting dan perlu didukung untuk memberikan dorongan, atau kajian-kajian tentang studi maritim. Maritim dalam kajian keislaman juga menjadi pusat perhatian," katanya.

Direktur Eksekutif IMI, Y Paonganan dalam sambutannya juga mengatakan, kesadaran akan visi dan misi maritim perlu dibangun dari anak-anak muda yang ada di kampus. "Perlu dipahami mahasiswa perlu menjadi penggerak untuk mengubah pemikiran yang cendrung ke darat. Saya sangat mendukung kegiatan ini. UIN sebagai contoh untuk universitas lain agar lebih mencintai laut," katanya.

Sementara itu, Kasal yang diwakili oleh Waasrena Kasal Laksma TNI D Albert Mamahit  mengatakan perlu kreativitas dari para mahasiswa terhadap visi maritim Indonesia. Diakuinya, Indonesia merupakan negara yang luar biasa dengan kondisi geografis diselimuti oleh laut, sehingga kemampuan menguasai laut merupkan hal yang signifikan dalam kepentingan nasional.

"Perairan nasional yang sangat besar diperlukan untuk kesejahteraan bangsa. Wilayah laut tidak mungkin dipagari, namun laut hanya dapat dikendalikan. Pengendalian laut sangat terkait dengan sea power. Sea power tidak hanya armada angkatan laut saja, tetapi seluruh yang mencakup akan perlindungan laut seperti pelabuhan, masyarakat pesisir," ujarnya.

Dalam seminar yang diadakan atas kerja sama  IMI, FISIP UIN, KP3K-KKP, TNI AL, Komunitas Maritim UIN itu menghadirkan pembicara, antara lain Dewan Pembina IMI Prof Dietriech Bengen, Jaleswari Pramodhawardani, perwakilan KKP, Direktur Tata Ruang, Subandono. (*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga