Rabu, 3 September 2014

Tembakan dan mortir bergema di pinggiran Damaskus

Senin, 18 Juni 2012 20:41 WIB | 2.204 Views
Tembakan dan mortir bergema di pinggiran Damaskus
Presiden Suriah Bashar al-Assad (kanan) bertemu dengan perwakilan Liga Arab-PBB, Kofi Annan, di Damaskus, Selasa (29/5), dalam foto yang dirilis lembaga berita nasional Suriah SANA. Untuk mengawal inisiatif peredaan ketegangan dan pertikaian bersenjata di Suriah, PBB menurunkan misi penjaga perdamaian yang dipimpin Mayor Jenderal Robert Mood, seorang militer Norwegia. (REUTERS/SANA)
Damaskus (ANTARA News) - Suara-suara tembakan mortir dan senjata-senjata bergema di daerah pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus, Minggu malam. Tampaknya terjadi bentrokan di pinggiran Damaskus, Qudsaiah, kata saksi mata dan media setempat.

Laporan-laporan, menurut Xinhua, pada saat suara-suara tembakan dan pemboman bergema di seluruh Qudsaiah, para syekh di masjid-masjid lokal berteriak melalui pengeras suara dan menyerukan jihad.

Media pro-media pemerintah mengatakan pria-pria bersenjata mencegah penduduk setempat melarikan diri dari daerah tersebut.

Sementara jaringan aktivis oposisi, Komite Koordinasi Lokal, mengatakan Qudsaiah telah dikupas dengan mortir dan lima selongsong meriam telah jatuh di tanah. Rincian seputar episode terbaru kekerasan di sana sejauh ini tetap keruh.

Menurut Misi Pengawasan Perserikatan Bangsa Bangsa di Suriah, tingkat kekerasan telah meningkat selama 10 hari terakhir di negara itu.

Kepala misi, Mayor Jenderal Robert Mood, meminta semua pihak berkonflik di Suriah mengambil tindakan segera meringankan rasa sakit orang-orang Suriah, yang terjebak kekerasan.

Sehari sebelumnya, Mood mengumumkan, dia menangguhkan patroli 300-anggota timnya, mengutip kekerasan berkesinambungan di daerah Suriah bergolak.

Para pengamat telah dikerahkan di Suriah sejak 20 April, sepekan setelah rencana enam pasal, yang disponsori utusan khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan, mulai berlaku.

Mood menuduh pemerintah dan oposisi kurang berniat untuk mendorong solusi politik guna mengakhiri krisis 15-bulan yang menyiksa negeri itu.

(H-AK)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca