Minggu, 26 Oktober 2014

Banjarmasin jadi contoh pengelolaan sungai dan drainase

| 8.248 Views
id pengelolaan sungai, proyek pilot drainase
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dan pemerintah pusat akan melakukan kesepakatan atau MoU, untuk menjadikan kota ini sebagai pilot proyek pengelolaan sungai dan drainase.
Banjarmasin (ANTARA News) - Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan akan menjadi lokasi percontohan pengelolaan sungai dan drainase di Indonesia.

"Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dan pemerintah pusat akan melakukan kesepakatan atau MoU, untuk menjadikan kota ini sebagai pilot proyek pengelolaan sungai dan drainase," kata kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase Banjarmasin, Muryanta di balai kota Banjarmasin, Rabu.

Dengan dijadikannya kota ini sebagai lokasi percontohan pengeloaan sungai maka kota ini akan diberikan bantuan sejumlah dana dari pemerintah pusat guna membenahi sungai dan drainase tersebut. Setelah penandatangan kesepakatan dengan pemerintah pusat maka nantinya pemerintah pusat akan berkepentingan atau mempunyai tanggung jawab yang besar melakukan normalisasi sungai dan pembenahan drainase di daerah ini.

Selain pemerintah pusat, tutur Muryanta, tentunya pemerintah provinsi juga harus memiliki andil dalam program ini, yakni, melakukan pembenahan dan pengelolaan terhadap aliran sungai dan drainase yang masuk wilayah tanggung jawabnya.

Dikatakan Muryanta, ada yang menjadi tanggungan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota terhadap kelangsungan aliran sungai dan drainase di daerah ini.

Sebut saja misalnya Sungai Martapura dan Barito, kedua sungai itu tanggung jawabnya tidak hanya di kota saja, melainkan juga pusat dan provinsi, karena sudah menyangkut antardaerah dan provinsi, jelasnya.

Demikian juga dengan drainase, sambung Muryanta, drainase yang ada di samping jalan negara masuk menjadi tanggungjawab pusat pula dalam pembenahannya, seterusnya jalan milik provinsi menjadi tanggungjawab provinsi, dan jalan lingkungan kota menjadi tanggungjawab pemerintah kota.

"Kita harapkan hingga 2014 nanti, semua pembangunan dan pembenahan sungai sudah bersinergi, sebab pusat, provinsi, dan daerah sudah terikat dalam MoU ini," terang Muryanta.

Perkiraannya semula, Kota Banjarmasin baru dapat mampu membenahi benar-benar semua sungai dan drainasenya sekitar 100 tahun ke depan, karena ketiadaan dana tetapi dengan bantuan pusat dan provinsi ini nantinya, penanganan bisa lebih cepat dari perkiraan tersebut.

(D009)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca