Pekanbaru (ANTARA News) - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara di sejumlah kawasan di Riau memburuk dan masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan, demikian menurut Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

"Daerah yang kualitas udaranya tidak sehat, seperti di Dumai, Rokan Hilir, Pelalawan, Duri, dan Minas. Sedangkan, Kota Pekanbaru udaranya sudah berada pada ambang batas tidak sehat," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Riau Sudirman kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, indeks standar pencemaran udara (ISPU) terakhir menunjukkan angka 100-200 dengan status yellow flag yang berarti udara telah masuk kategori tidak sehat.

"Untuk di Kota Dumai statusnya sudah merah (sangat tidak sehat), karena indikator menunjukan angka 421," ujar Sudirman.

Menurut dia, angka indikator kualitas udara di daerah Duri, Kabupaten Siak, mencapai 176 dan Minas, Kabupaten Siak, mencapai 142. Sedangkan, udara Kota Pekanbaru nyaris masuk kategori tidak sehat karena tercatat mencapai 93.

"Sebagai antisipasi kabut asap, kami membagikan masker gratis dan menyosialisasikan bahaya asap ke masyarakat," katanya.

Kota Pekanbaru pada Jumat terus diselimuti asap sejak dini hari. Pantuan yang dilansir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan jumlah titik panas kini mencapai 60 titik di Riau.

Jumlah titik panas tersebar di 9 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 18 titik, Indragiri Hilir (15), dan Pelalawan (14). Sedangkan, total titik panas di Pulau Sumatera mencapai 226 titik panas.

(F012/M026)