Kamis, 28 Agustus 2014

Geng motor pembunuh mahasiswa divonis empat tahun

Rabu, 27 Juni 2012 19:35 WIB | 2.185 Views
Makassar (ANTARA News) - Empat pelaku geng motor yang masih dibawah umur divonis empat tahun penjara setelah terbukti melakukan pembunuhan terhadap seorang mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Syamsari Ibrahim (22).

"Hukuman empat tahun penjara itu sudah sesuai dengan perbuatan para terdakwa, palagi keempatnya masih berada dibawah umur," ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar Makmur di Makassar, Rabu.

Keempat terdakwa yang divonis empat tahun penjara AG (15), AS (16), AAA (16) dan SB (16). Dari empat terdakwa yang masih berstatus dibawah umur satu diantaranya merupakan putra politisi Partai Hanura Abbas Selong.

Keempat terdakwa ini dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 3 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan secara bersama-sama yang berujung hilangnya nyawa seseorang.

Hukuman yang menjerat empat remaja belasan tahun ini karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan dimuka umum yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Selain keempat pelaku pembunuhan, seorang terdakwa lainnya MS (16) yang masih meringkuk di Rutan Klas 1 Makassar juga telah divonis lima tahun penjara.

Namun hukuman pidana penjara yang dijatuhi MS lebih tinggi satu tahun dibandingkan jeratan hukuman yang menimpa empat rekannya yang juga satu geng motor dengannya.

"Terdakwa MS divonis penjara selama lima tahun karena MS merupakan salah satu pelaku utama yang melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara memanah" terangnya.

Selain itu hukuman ini sudah menjadi hukuman maksimal karena pelaku yang masih bertatus dibawah umur wajib dijatuhi hukuman setengah dari orang dewasa.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Grefik dan Adnan Hamzah pada persidangan beberapa waktu lalu, menuntut kelima terdakwa dengan hukuman yang berbeda-beda pula.

Khusus untuk MS dia dituntut hukuman penjara selama enam tahun sementara empat lainnya hanya dituntut lima tahun penjara.

"Peran masing-masing pelaku kan berbeda beda dalam melakukan pengeroyokan terdahap korban jadi secara otomatis hukumannya juga harus berbeda-beda," kata Grefik.

Sebelumnya, selain kelima bocah yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan tersebut, masih ada dua pelaku lainnya yakni Rizal Jaya (26) dan Adnan (19).

Namun menurut jaksa, keduanya masih menjalani proses persidangan dengan mendengarkan sejumlah saksi-saksi yang diduga melihat pengeroyokan terhadap aktivis pemuda pancasila (PP) Sulsel ini yang berujung mati.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga