Jumat, 31 Oktober 2014

Menlu RI berkomunikasi dengan Menlu Rusia soal Suriah

| 2.710 Views
id krisis suriah, hubungan internasional, komunikasi RI--Rusia
Menlu RI berkomunikasi dengan Menlu Rusia soal Suriah
Marty Natalegawa (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Tadi saya baru berkomunikasi dengan Menlu Rusia mengenai perkembangan ini. Intinya bagaimana kita mengupayakan supaya kekerasan dapat segera dihentikan dan agar kita menggulirkan proses politik di negara Suriah.
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, mengatakan dirinya menjalin komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Victorovich Lavrov, guna mendorong penghentian kekerasan di Suriah.

"Tadi saya baru berkomunikasi dengan Menlu Rusia mengenai perkembangan ini. Intinya bagaimana kita mengupayakan supaya kekerasan dapat segera dihentikan dan agar kita menggulirkan proses politik di negara Suriah," kata Marty di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis.

Menurut Marty, penghentian kekerasan di Suriah merupakan landasan awal dalam proses-proses politik selanjutnya. Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurut Marty, telah menetapkan fokus kebijakan Indonesia mengakhiri kekerasan yang terjadi di Suriah.

Presiden, menurut Marty, sangat memperhatikan situasi yang terus berkembang. Untuk itu, ia diminta agar terus menjalin komunikasi dengan menlu berbagai negara guna mengakhiri kekerasan yang terjadi.

Sementara itu, situasi di Suriah saat ini masih terus dipenuhi dengan kekerasan dan ketegangan antara para pendukung Presiden Bashar al Assad dengan para penentangnya. Presiden Suriah Bashar al Assad baru-baru ini bahkan menyatakan Suriah dalam keadaan perang.

Ketegangan semakin meningkat setelah pesawat tempur Turki ditembak jatuh oleh Suriah karena dinilai melanggar batas negara.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan International, Teuku Faizasyah mengatakan, pemerintah Indonesia terus melakukan evakuasi warga negara Indonesia di Suriah.

"Tetapi kita bicara mengenai individu-individu yang tidak serta merta bersedia dipulangkan. Mereka masih menilai bisa tinggal di Suriah dan lain-lain. Tetapi dari sisi kewajiban, pemerintah telah melakukan. Tetapi KBRI tetap mengimbau," katanya.

(M041)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga