Sabtu, 20 Desember 2014

Mendikbud lepas ekspedisi biodiesel Jawa-Bali

| 3.591 Views
id mendikbud, ekspedisi biodiesel, jawa-bali
Mendikbud lepas ekspedisi biodiesel Jawa-Bali
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh (FOTO ANTARA)
menempuh jarak sepanjang 1.400 km
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melepas kegiatan Ekspedisi Biodiesel Jawa Bali yang diprakarsai oleh Universitas Tanjungpura bersama Universitas UTM Malaysia, dan perguruan tinggi negeri lainnya, di Jakarta, Selasa.

Ekspedisi yang dilakukan untuk ketiga kalinya tersebut akan menempuh jarak sepanjang 1.400 km melalui kota-kota, yakni Banten, Jakarta, Bandung, Magelang, Semarang, Surabaya, dan Bali, demikian kata Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Thamrin Usman usai acara pelepasan kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut sudah dilakukan tiga kali, ekspedisi pertama mengambil rute di Kalimantan Barat, kedua, rute Singapura-Malaysia, dan ketiga Jawa-Bali, ujarnya.

"Kami mengikutsertakan perguruan tinggi Malaysia dan Laos, sedang perguruan tinggi di Indonesia selain Universitas Tanjungpura adalah Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali," katanya.

Mendikbud Mohammad Nuh menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

"Ada tiga nilai yang bisa secara bersama-sama diperoleh dalam kegiatan ini. Pertama, berkaitan dengan aktivitas ilmiah atau keilmuan. Ini penting agar para mahasiswa dan dosen yang ikut dalam kegiatan ini mengetahui dan paham benar persoalan energi yang akan dihadapinya dikemudian hari, berkait dengan upaya pengehmatan dan mencari sumber energi baru yang dapat terbarukan, seperti biodiesel".

Kedua, nilai kerja sama atau kolaborasi, memperkuat ikatan persaudaraan, bukan hanya sesama bangsa tapi juga dengan bangsa lain, katanya.

"Persoalan energi, pangan, dan air adalah masalah bersama yang harus dapat dikendalikan, karena itu upaya untuk melakukan ekspedisi ini menjadi sangat penting. Jika sudah mulai saat ini, para generasi muda sudah dapat melakukan kolaborasi dari hal-hal yang riil, maka ke depan persoalan yang akan dihadapi bisa dicarikan jalan keluar secara bersam-sama," kata mantan rektor ITS itu.

Sedang hal ketiga, nilai aktivitas sosial, di mana melalui kegiatan ini, para peserta bisa saling mengenal baik itu kebiasaan maupun kebudayaannya.

"Di tiap-tiap titik pemberhentian, para peserta bisa melakukan diskusi, mengenalkan budaya dan lainnya, sehingga di kota-kota yang dilewati akan terjadi kegiatan sosial untuk satu sama lain saling memahami," kata Mendikbud.

Nuh berharap kegiatan-kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan oleh para generasi muda, karena memiliki nilai amat strategis untuk kemajuan bangsa secara bersama-sama dalam tatanan kerja sama antar-bangsa untuk menghdapi persoalan global berkait dengan energi, pangan, dan air.
(Z003)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga