Selasa, 16 September 2014

Si Cepot menyapa Rusia

Kamis, 12 Juli 2012 20:18 WIB | 4.645 Views
Si Cepot menyapa Rusia
Ilustrasi. Wayang golek. (ANTARA/Agus Bebeng)
Jakarta (ANTARA News) - Sosok Si Cepot dalam dunia pewayangan tidak hanya digemari di Indonesia, namun tokoh lucu, humoris dan menggemaskan ini ternyata mampu menghipnotis penonton bule di Rusia, kata seorang diplomat Indonesia di KBRI Moskwa, Kamis.

Menurut Sekretaris II KBRI Moskwa Enjay Diana, sosok Si Cepot begitu lucu saat menyapa penontonnya.

"Selamat malam. Apa kabar Bapak-bapak dan Ibu-ibu, anak-anak yang tampan dan cantik? Saya, Cepot dari Indonesia," kata Si Cepot dalam bahasa Rusia saat menyapa lebih dari lima ratus penonton yang memadati State Theatre of the Young Spectators di Republik Sakha (Yakutia), Federasi Rusia.

Serta merta tepuk tangan menggema memenuhi tempat pertunjukan dan diiringi gelak tawa melihat kelucuan Si Cepot yang dimainkan dalang kondang Wawan Gunawan. "Khorosho" (Baik)", jawab para penonton serempak bagai sebuah paduan suara yang dipimpin Si Cepot.

Decak kagum penonton terlihat ketika Si Cepot dengan gayanya yang khas menyanyikan lagu "Panon Hideung". Penonton langsung mengikutinya menyanyi dalam bahasa Rusia "Ochi Chyornie".

Aksi humoris Si Cepot mengocok perut penonton dalam lakon "Rahwana Gugur". Pertunjukan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dirasakan sangat sebentar. Penonton seakan-akan larut dalam pertunjukan karena terdapat interaksi aktif antara penonton dan wayang dan dalang.

Menurut Ki Dalang yang dikenal Wawan Ajen yang menciptakan Wayang Ajen ini, apresiasi dan animo masyarakat Rusia sangat luar biasa. Kekaguman dan keunikan mereka adalah banyaknya wayang yang hanya dimainkan oleh seorang dalang dengan suara yang berbeda-beda, tidak seperti permainan wayang atau boneka pada umumnya.

"Seusai pertunjukan saya dikerumuni banyak orang, baik wartawan, budayawan, seniman dan penonton yang ingin mengetahui lebih banyak tentang wayang golek dan teknik-teknik memainkannya," ujar Wawan Ajen yang menggeluti kesenian Tanah Pasundan ini sejak kecil.

Wawan menambahkan kesenian wayang golek diterima masyarakat Rusia. Banyak yang ingin memiliki wayang tersebut. Tidak sedikit yang menyampaikan ingin datang ke Indonesia.

"Ada kritikus dan seniman setempat yang ingin datang ke Indonesia untuk mengetahui lebih banyak tentang wayang golek. Mereka ingin ada kerjasama ke depan agar wayang ini dapat diperkenalkan di sekolah-sekolah setempat sebagai media pembelajaran," kata Wawan.

Indonesia bersama 11 negara lainnya ikut serta dalam II International Festival "Meeting of the UNESCO masterpieces on the Land of Olonkho", tanggal 10-16 Juli di Yakutsk, Republik Sakha (Yakutia), Federasi Rusia yang berjarak lebih dari 8.468 km dari Moskow ke arah bagian timur jauh Rusia. Setiap negara menampilkan keunikan seni dan budaya masing-masing.

Indonesia menampilkan Wayang Ajen dari Padepokan Wayang Ajen Parwa Pujangga. Sementara negara-negara lainnya, seperti India menampilkan Kutiyattam Sanskrit Theater, China (Kun Qu Opera), Mongolia (Traditional Music of the Morin Khoor), Korea (Namsadang Nori), Bangladesh (Baul Songs-traveling musicians), Bhutan (Mask Dance of the Drums from Drameste), Jepang (Nogaku Theatre), dan Rusia (Yakut Heroic Epos Olonkho).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oramangun yang hadir dalam Festival tersebut menyampaikan keikutsertaan Indonesia ini sebagai bagian dari diplomasi publik. Indonesia merupakan rumah bagi ribuan suku dan etnis yang memiliki kekayaan budaya yang perlu dipromosikan ke dunia internasional, mulai dari tarian, musik, ritual dan tradisi.

Menurut Djauhari Oratmangun, diplotainment yang merupakan perpaduan antara diplomasi dan infotainment perlu dikembangkan. Budaya bersifat universal sehingga mudah diterima oleh bangsa lain.

"Kehadiran Si Cepot di Rusia bukan semata untuk menghibur, tetapi juga mengemban misi diplomasi," kata Dubes Djauhari.

(A017/H-KWR)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga