Senin, 20 Oktober 2014

Trekking ala Indiana Jones di Raja Ampat

| 6.216 Views
id raja ampat, trekking raja ampat, jalur trekking raja ampat, jalur pendakian raja ampat
Trekking ala Indiana Jones di Raja Ampat
Raja Ampat Seorang pengunjung memanjat batu karang salah satu pulau menonjol (lime stone) di Wayag, Raja Ampat, Papua Barat.(ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta (ANTARA News) - Pemandu wisata, Yesawa Mayor (48), mengambil parangnya dan melompat dari atas kapal kecil ke atas akar-akar pohon bakau di salah satu pulau di Kepulauan Pianemo, Raja Ampat dan berseru, "kita bisa naik lewat sini".

Sekelompok wisatawan lokal yang dia pandu saling memandang ragu mendengar teriakan itu, mereka tidak melihat jalur pendakian atau jalur untuk berjalan kaki di tempat yang ditunjuk. Tapi Mayor tidak peduli dan terus melaju.

Bak petualang alam liar Indiana Jones, Mayor kemudian menebas rumput-rumput ilalang tinggi untuk sekedar memberi jalan kepada para wisatawan dari Adira Beauty X-Pedition yang melakukan perjalanan ke puncak bukit pertengahan Juli lalu. 

Rupanya wisata trekking yang ditawarkan Mayor bukanlah wisata jalan kaki melewati jalur yang telah tersedia seperti biasa namun wisata yang secara bercanda disebut sebagai "wisata merambah hutan" di pulau-pulau hijau Raja Ampat.

"Saya sering mendaki bukit ini tapi tidak pernah bawa turis, baru kali ini," kata Mayor tentang pulau tak berpenghuni itu.

Meski harus menebas rumput ilalang atau tumbuhan menjalar untuk membuka jalan, jalur pendakian yang dilalui tidak terlalu sulit, tidak sampai membutuhkan peralatan khusus.

Pemandangan unik pun telah menunggu di sepanjang jalan menuju puncak, seperti kawasan yang penuh dengan tumbuhan karnivora kantong semar atau bunga-bunga liar.

Dengan sabar Mayor memandu para wisatawan yang seringkali tersesat diantara ilalang yang tingginya sampai dua meter atau tertinggal karena sibuk mengabadikan pemandangan alam itu dengan kamera.

Teriakan-teriakan saling memanggil pun kerap terdengar untuk menghitung jumlah anggota grup ataupun sekedar bertanya arah jalan yang lebih mudah, apakah melalui sisi kanan atau kiri.

"Masih banyak jalur lain, saya akan eksplorasi lagi jalur-jalur lain di pulau yang lain," kata Mayor bersemangat.

Ia mengaku telah membicarakan hal itu dengan pemandu-pemandu turis yang lain dan sepakat untuk semakin memperluas pilihan wisata trekking sehingga para turis punya lebih banyak pilihan jalur, mau yang mudah, sulit atau "menantang" alias sangat sulit.

Jadi jangan khawatir, para pecinta petualangan selanjutnya akan punya banyak alternatif jalur trekking ala Indiana Jones di Raja Ampat.

Perjalanan wisatawan menembus ilalang berakhir di puncak bukit. Di sana pemandangan menakjubkan telah menunggu. 

Sembari mengaso melepas lelah, wisatawan bisa melihat pemandangan lautan biru yang bersih, pantai berpasir putih yang membentang sejauh mata memandang serta gugusan pulau-pulau kecil di kejauhan, gratis.

Pada sore hari, pemandangan dari atas bukit semakin menarik dengan burung-burung camar dan elang berterbangan kembali ke sarang di langit biru cerah.

Salah seorang peserta trekking sore itu, Maya Sofia Puspitasari (28) mengaku pendakian menjelajahi pulau tak berpenghuni itu merupakan pengalaman baru dan sangat menantang baginya.

"Meski jalur yang dilalui cukup sulit bagi seorang pemula seperti saya, tapi rasa lelah itu terjawab dengan pemandangan luar biasa yang bisa dilihat dari atas bukit," ujarnya.

Maya mengaku terpesona menyaksikan segerombolan burung elang pulang berburu menuju sarang mereka di puncak bukit, suatu pemandangan yang langka terlihat karena burung-burung itu tidak suka hidup berdampingan dengan manusia.


Jalur terkenal

Jalur trekking yang terkenal di Raja Ampat adalah Sawingrai atau kepulauan Wayag, tempat untuk melihat gugusan pulau-pulau hijau di wilayah perairan Papua Barat itu. 

Namun Mayor memastikan pemandangan di pulau-pulau lainnya juga tidak akan kalah mengesankan.

Hal itu tentu bukan tidak mungkin karena Kabupaten Raja Ampat memiliki 610 pulau dengan empat pulau terbesar (Batanta, Salawati, Misool dan Waigeo) terhuni penduduk dan ratusan pulau lain yang belum berpenghuni.

Di Raja Ampat juga ada beberapa tempat yang biasa digunakan untuk mengamati burung seperti Yenwaupnor, Sawingrai, Yenbesser dan Pulau Gam.

Kalau beruntung, pengunjung bahkan bisa melihat burung Cendrawasih yang sangat langka sedang terbang ke sarang dan melakukan kegiatan lainnya, termasuk memamerkan bulu-bulunya yang berwarna eksotik.

 (A043)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga