Minggu, 26 Oktober 2014

Suriah kirim kendaraan lapis baja ke Aleppo

| 3.201 Views
id aleppo, krisis suriah, damaskus
Amman (ANTARA News) - Suriah mengirim ribuan prajurit ke Aleppo, Rabu dinihari, sementara militer pemerintah telah menggempur gerilyawan di kota itu dari udara, untuk memadamkan aksi perlawanan.

Beberapa hari belakangan telah menyaksikan aksi protes 16-bulan di Suriah berubah dari perlawanan di provinsi terpencil menjadi pertempuran untuk memperebutkan dua kota besar utama --Aleppo dan Ibu Kota Suriah, Damaskus. Pertempuran meletus pekan lalu.

Pasukan Presiden Bashar al-Assad dilaporkan telah melancarkan serangan balasan di kedua kota besar tersebut.

Mereka tampaknya telah memukul mundur gerilyawan dari permukiman di ibu kota dan berpaling ke Aleppo, pusat komersial di bagian utara negeri itu.

Para pegiat oposisi mengatakan ribuan prajurit telah ditarik bersama kendaraan lapis baja dan tank mereka dari dataran tinggi strategis Jabal az-Zawiya di Provinsi Idlib, dekat perbatasan dengan Turki, dan bergerak menuju Aleppo.

Gerilyawan menyerang bagian belakang tentara yang mundur dari wilayah itu di desa Orom al-Joz dan Rami di dekat jalan utama Aleppo-Latakia dan di desa Al-Bara di sebelah barat jalan raya Aleppo-Damaskus, kata pegiat Abdelrahman Bakran dari daerah tersebut.

Di Aleppo, helikopter beterbangan di udara sambil menembakkan rudal sepanjang Selasa (24/7), kata warga sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu.

Gerilyawan memerangi pasukan pemerintah di gerbang kota tua bersejarah itu.

Tentara menembakkan mortir dan bom ke arah gerilyawan yang bersenjatakan senapan dan senapan mesin.

"Saya mendengar sedikitnya 20 roket yang ditembakkan, saya kira dari helikopter, dan juga banyak suara tembakan senapan mesin," kata seorang warga di dekat salah satu daerah yang dibom. Warga yang tak ingin disebutkan jatidirinya tersebut berbicara melalui telepon.

"Hampir semua orang telah melarikan diri dalam keadaan panik, bahkan keluarga saya. Saya telah tetap tinggal untuk berusaha menghentikan penjarah; kami dengar mereka seringkali datang setelah satu daerah dibom."

Penduduk mengatakan pesawat jet bersayap tetap juga telah terbang di atas kota itu, lalu diikuti oleh suara ledakan keras, kendati ada keterangan lain mengenai apakah pesawat tersebut telah menembakkan rudal.

Sebagian warga percaya pesawat itu telah menjatuhkan bom, tapi warga lain mengatakan suara ledakan tersebut mungkin saja disebabkan oleh suara jet supersonik yang mengeluarkan suara dentuman. Seorang koresponden televisi asing mengatakan jet itu telah melepaskan tembakan.

Aksi perlawanan 16-bulan telah memasuki tahap baru yang lebih keras dalam 10 hari belakangan, sejak gerilyawan, dalam jumlah banyak, menggempur Ibu Kota Suriah, Damaskus.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga