Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi nasional bulan Juli sebesar 0,7 persen, meningkat 0,05 persen dibandingkan inflasi Mei yang sebesar 0,65 persen.

"Indeks harga kumulatif bulanan tercatat mengalami kenaikan yang terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan makanan," kata Kepala BPS Suryamin saat memberikan keterangan pers di Gedung BPS Jakarta, Rabu.

Suryamin mengatakan dari 66 kota yang diukur indeks harga kumulatifnya, semua mengalami inflasi dengan tingkat inflasi tertinggi tercatat di Kota Pangkal Pinang (3,17 persen) dan terendah di Sibolga (0,11 persen).

"Kenaikan harga bahan makanan masih memegang andil yang terbesar dalam mendorong inflasi, disusul harga makanan jadi, minuman, dan tembakau, serta biaya transportasi, komunikasi dan jasa keuangan," kata Suryamin.

Suryamin merinci kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran itu yaitu pada kelompok bahan bakanan 1,68 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,89 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,16 persen.

Sementara kenaikan indeks harga kelompok sandang tercatat naik 0,18 persen; kesehatan 0,42 persen; pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,56 persen; dan kelompok transportasi komunikasi dan jasa keuangan 0,31 persen.

BPS juga mengumumkan laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) tercatat sebesar 2,5 persen dan laju inflasi tahunan (Juli 2012 terhadap Juli 2011) sebesar 4,56 persen.

(P012)