Jumat, 24 Oktober 2014

Penganut Islam aboge laksanakan salat Id

| 3.335 Views
id islam aboge, salat id
Banyumas (ANTARA News) - Ribuan penganut Islam Aboge (Alif Rebo Wage, red.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin, melaksanakan Salat Id guna merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriah.

Para penganut Islam Aboge ini tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, antara lain Desa Cikakak (Kecamatan Wangon), Desa Kracak (Kecamatan Ajibarang), Desa Cibangkong (Kecamatan Pekuncen), dan Desa Pekuncen (Kecamatan Jatilawang).

Dari pantauan di salah satu tempat Salat Id, yakni Masjid Saka Tunggal "Baitussalam" Desa Cikakak, Kecamatan, Wangon, ratusan penganut Islam Aboge mengikuti salat yang dipimpin imam Sulam dan khatib Suyitno.

Dalam khotbah berbahasa Arab, Suyitno mengajak umat Islam untuk menjalin tali silaturahmi dan meningkatkan "ukhuwah islamiyah".

Usai melaksanakan salat, seluruh jamaah bersalam-salaman guna saling memaafkan dengan cara memutar mengelilingi halaman masjid yang diawali oleh imam Sulam disusul khatib Suyitno yang juga Kepala Desa Cikakak, serta diikuti penganut Islam Aboge lainnya.

Bahkan, puluhan warga yang telah melaksanakan Salat Id pada Minggu (19/8) juga turut bersalam-salaman bersama penganut Islam Aboge.

Mereka datang ke masjid saat para penganut Islam Aboge masih melaksanakan Salat Id.

Fenomena menarik juga terjadi saat warga saling bersalam-salaman karena puluhan kera penghuni hutan di sekitar Masjid Saka Tunggal Baitussalam tampak turun di antara kerumunan warga.

Kendati demikian, warga tidak terganggu dengan kehadiran kera-kera tersebut.

Usai bersalam-salaman, warga pun menggelar kenduri di dalam masjid dengan menikmati hidangan yang mereka bawa dari rumah masing-masing.

Imam yang juga juru kunci masjid, Sulam (43) mengatakan, kenduri tersebut sebagai wujud syukur warga kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga mereka bisa kembali merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

Disinggung mengenai adanya perbedaan penetapan 1 Syawal, dia mengatakan, penganut Islam Aboge tidak mempermasalahkannya karena masing-masing memiliki cara penghitungan sendiri.

"Kami juga memiliki cara sendiri dalam menentukan 1 Syawal dan cara penghitungan ini telah diyakini sejak ratusan tahun silam. Kami harapkan perbedaan ini tidak diperdebatkan dan dipertentangkan, hormatilah perbedaan yang ada," katanya.

Selain di Kabupaten Banyumas, Salat Id juga dilaksanakan para penganut Islam Aboge di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, dan Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Cilacap.

Kepala Desa Ujungmanik Supardan melalui sambungan telepon yang diterima ANTARA, menginformasikan jika ratusan penganut Islam Aboge setempat melaksanakan Salat Id di Masjid Baetussalim Desa Ujungmanik yang dipimpin imam Supandi dan khatib Suhadi.

Dalam khotbah berbahasa Jawa, kata dia, khatib menyampaikan berbagai hal tentang Idul Fitri serta mengajak warga untuk menjalin tali silaturahmi.

"Usai melaksanakan salat, mereka bersama ribuan warga Desa Ujungmanik yang telah Salat Id pada hari Minggu, menggelar silaturahmi dengan bersalam-salaman guna saling memaafkan. Acara tersebut dilanjutkan dengan kenduri di masjid sambil menikmanti hidangan yang mereka bawa dari rumah masing-masing," katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, penganut Islam Aboge meyakini jika sekarang merupakan tahun Wawu dengan 1 Muharam atau 1 Sura (hari pertama di bulan pertama kalender Hijriah maupun Jawa, red.) jatuh pada hari Senin dan pasaran pertamanya Kliwon, sehingga muncul hitungan Waninwon yang berarti Wawu Senin Kliwon.

Hitungan Waninwon tersebut menjadi patokan dalam sejumlah penanggalan termasuk penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal berdasarkan rumusan yang telah diyakini penganut Islam Aboge sejak ratusan tahun silam.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga