Kamis, 17 Agustus 2017

Israel bunuhi anak-anak Gaza

| 6.517 Views
Israel bunuhi anak-anak Gaza
Seorang pria Palestina berlari setelah pasukan keamanan Israel menembakkan gas air mata saat bentrok di Gaza.(REUTERS/Mohamad Torokman)
Gaza (ANTARA News) - Serangan Israel ke jalur gaza Minggu pagi telah menewaskan tiga anak-anak dan membuat dua lagi luka parah, padahal sepanjang malam lalu tidak ada tembakan roket ke Israel.

Pesawat tempur juga menghantam dua pusat media di kota Gaza, melukai sedikitnya delapan wartawan, sementara Mesir dan Prancis berupaya keras menengahi gencatan senjata dan mencegah perang darat habis-habisan seperti terjadi pada 2008-2009.

Kepada AFP, pejabat tinggi Palestina di Gaza mengatakan di tengah upaya keras mengakhiri kekerasan itu, kesepakatan dapat dicapai Minggu atau Senin esok.

Diplomat utama Prancis Laurent Fabius ke wilayah bergabung dalam upaya gencatan senjata di tengah serangan udara Israel di Gaza yang menewaskan bocah laki-laki berusia 18 bulan dan membuat dua adik lelakinya terluka parahm, beberapa jam sesudah pesawat tempur membunuh dua bocah lain di utara.

Serangan itu terjadi saat kota di Israel selatan menikmati malam tenang di mana tidak ada roket menghantam Israel sepanjang malam tadi.

Dengan demikian jumlah korban tewas di Gaza menjadi 49 orang dan lebih dari 450 orang luka, kata petugas layanan darurat seperti dikutip AFP.  Sembilan dari korban tewas itu adalah anak-anak.

Gempuran Israel atas Gaza sepanjang malam merusak harapan gencatan senjata yang diusulkan Presiden Mesir Mohamed Morsi setelah pertemuan darurat menteri luar negeri Arab di Kairo Sabtu lalu.

Morsi menyatakan pemerintahannya dalam hubungan "kuat" dengan Israel dan Palestina, dengan beberapa tanda kemungkinan gencatan senjata segera.

Kantor Perdana Menteri Hamas Ismail Haniya mengatakan telah mengadakan pembicaraan telepon dengan Morsi, yang memiliki akar kelompok Islam sama dan memperbaiki hubungan dengan penguasa Gaza sejak menjabat pada Juni, demi mengurangi pengucilan panjang diplomatik atas mereka.

Tapi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras gencatan senjata hanya terjadi jika kelompok bersenjata benar-benar menghentikan tembakan mereka ke Israel selatan.

Sementara Menteri luar negeri Prancis akan mengadakan pembicaraan dengan pemimpin puncak Israel dan Palestina dalam tugas kilat sehari ke kawasan itu untuk menciptakan gencatan senjata yang diupayakan pemimpin Arab dan Turki.

Ketua Hamas Khaled Meshaal juga berada di Kairo untuk pembicaraan gencatan senjata saat para menteri Liga Arab mengadakan pertemuan darurat mengenai kemelut itu, kata pejabat tinggi Hamas.

Setelah pembicaraan itu, lembaga 22 negara Arab itu menyatakan akan mengirim utusan tingkat tinggi ke Gaza, dipimpin Nabil al-Arabi, Minggu atau Senin untuk menegaskan kesetiakawanan mereka kepada  Palestina.

Namun, pejabat tinggi Hamas menyatakan pertemuan itu baru terjadi Senin esok.

(B002/Z002) 

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca